Tafsir Surah Al-A'Raf ayat 80-81
Tafsir Suroh Al-A'Rof Ayat 80-81
_________
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ
الحمد لله
assholatu wassallamu'ala asyrofil Mursalin, Nabiyyina Muhammad ﷺ, wa 'ala alihi wa ashhobihi ajma'in.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ
"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)."
📚[QS. Al-A'raf: Ayat 80]
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُونِ النِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
"Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."
📚[QS. Al-A'raf: Ayat 81]
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَ لُوطًا}
Dan Luth. (Al-A'raf: 80)
Bentuk lengkapnya ialah:
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Luth".
Atau "dan ingatlah Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya."
Luth adalah Ibnu Haran ibnu Azar, yaitu anak saudara lelaki Nabi Ibrahim Al-Khalil 'alaihissalam Dia telah beriman bersama Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan hijrah ke tanah Syam bersamanya.
Kemudian Allah Ta'ala mengutus Nabi Luth kepada kaum SODOM dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala, memerintahkan mengerjakan kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.
Saat itu kaum Sodom tenggelam di dalam perbuatan-perbuatan yang berdosa, hal-hal yang diharamkan, serta perbuatan FAHISYAH (KEJI) yang mereka ada-adakan dan lakukan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh 'seorang pun' dari kalangan Bani Adam dan juga oleh lainnya,
yaitu mendatangi jenis laki-laki, bukannya jenis perempuan (homoseks).
Na'udzubillah.
Perbuatan ini merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh Bani Adam, belum dikenal dan belum pernah terbetik dalam hati mereka untuk melakukannya selain penduduk Sodom; semoga LAKNAT Allah tetap MENIMPA mereka.
Amr ibnu Dinar telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? (Al-A'raf: 80) Amr ibnu Dinar berkata:
"Tidak ada seorang lelaki pun yang menyetubuhi lelaki lain kecuali kaum Nabi Lut yang pertama-tama melakukannya."
Al-Walid ibnu Abdul Malik —Khalifah Umawiyah, pendiri masjid Dimasyq (Damaskus)— mengatakan, "Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menceritakan kepada kita mengenai berita kaum Nabi Luth, niscaya saya tidak percaya bahwa ada lelaki menaiki lelaki lainnya."
Karena itulah maka Nabi Luth mengatakan kepada kaumnya, seperti yang disitir pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ}
"Mengapa kalian mengerjakan perbuatan Jahisyah ituyang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka),bukan kepada wanita."
📚 (Al-A'raf: 80-81).
Yakni mengapa kalian enggan terhadap kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat kalian, lalu kalian beralih menyukai laki-laki. Hal ini merupakan perbuatan kalian yang melampaui batas dan suatu KEBODOHAN kalian sendiri, karena perbuatan seperti itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Karena itulah dalam ayat yang lain disebutkan bahwa Nabi Luth berkata kepada kaumnya:
{ [قَالَ] هَؤُلاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ}
"Inilah putri-putriku (kawinilah mereka), jika kalian hendak berbuat (secara halal).
📚[Al-Hijr: 71]
Nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengawini putri-putrinya. Tetapi mereka merasa keberatan dan beralasan tidak menginginkannya.
{قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ}
"Mereka menjawab, "Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”
📚[Hud: 79]
Yaitu sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak berselera terhadap putri-putrimu, tidak pula mempunyai kehendak kepada mereka. Sesungguhnya engkau pun mengetahui apa yang kami maksudkan terhadap tamu-tamumu
{tamu-tamu itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah Ta'ala untuk meluluh lantakkan negeri Luth tsb} itu.
Para ahli tafsir mengatakan bahwa kaum lelaki mereka melampiaskan nafsunya kepada lelaki lain, sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain. Demikian pula kaum wanitanya, sebagian dari mereka merasa puas dengan sebagian yang lainnya.
Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahhimindzalik.
📋Lalu Pada akhirnya kaum tersebut benar-benar DIBINASAKAN oleh Allah Ta'ala,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Kami selamatkan Luth bersama keluarganya dan tidak ada seorang pun dari kaumnya yang beriman selain keluarga dan ahli baitnya sendiri," sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ * فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ}
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lut itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. (ADz-Dzariyat: 35-36)
Kecuali istri Nabi Luth sendiri,
karena sesungguhnya dia TIDAK BERIMAN kepadanya, bahkan dia tetap berpegang kepada agama kaumnya. Dialah yang memberikan informasi dan memberitahukan kepada kaumnya perihal tamu-tamu yang datang kepada Nabi Luth dengan bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka.
Karena itu, ketika Nabi Luth diperintahkan agar memberangkatkan keluarganya di malam hari.
Allah ﷻ memberitahukan kepadanya bahwa janganlah Luth memberitahukan keberangkatannya kepada istrinya dan janganlah membawa serta istrinya keluar dari negeri itu.
📝Di antara ulama tafsir ada yang mengatakan bahwa bahkan istri Nabi Luth mengikuti Nabi Luth dan orang-orang yang bersamanya; tetapi ketika azab turun, istri Nabi Luth menoleh ke belakang, maka ia tertimpa azab yang menimpa kaumnya.
Tetapi menurut pendapat yang KUAT,
istri Luth 'alaihissalam tidak ikut keluar dari negerinya, dan Luth 'alaihissalam tidak memberitahukan kepadanya perihal keberangkatannya, bahkan istrinya tetap tinggal bersama kaumnya. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:
{إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ}
"kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
📚 [Al-A'raf: 83].
Yakni tetap tinggal bersama kaumnya. Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah termasuk orang-orang yang DIBINASAKAN. Penafsiran ini merupakan penafsiran berdasarkan KESIMPULAN.
Wallahu Ta'ala a'lam.
SubhanaKallahumma WabihamdiKa, Asyhadualaillahha illa Anta,
AstaghfiruKa wa'atubu ilaiKa,
Wasshalallahu'ala Nabiyyina Muhammaddin wa'ala alihi washohbihi wa sallam.
الْحَمْدُ للّهِ رَبّالْعَالَمِين
Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah pelajaran.
Barokallahu fiiykum.
Ditulis oleh: Galib Abu Adzkiya
Dirumah Neneknda tercinta,
🏡 Tembilahan, Rabu, 15 Syawal 1440H.
_________
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ
الحمد لله
assholatu wassallamu'ala asyrofil Mursalin, Nabiyyina Muhammad ﷺ, wa 'ala alihi wa ashhobihi ajma'in.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ
"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)."
📚[QS. Al-A'raf: Ayat 80]
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُونِ النِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
"Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."
📚[QS. Al-A'raf: Ayat 81]
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَ لُوطًا}
Dan Luth. (Al-A'raf: 80)
Bentuk lengkapnya ialah:
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Luth".
Atau "dan ingatlah Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya."
Luth adalah Ibnu Haran ibnu Azar, yaitu anak saudara lelaki Nabi Ibrahim Al-Khalil 'alaihissalam Dia telah beriman bersama Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan hijrah ke tanah Syam bersamanya.
Kemudian Allah Ta'ala mengutus Nabi Luth kepada kaum SODOM dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala, memerintahkan mengerjakan kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.
Saat itu kaum Sodom tenggelam di dalam perbuatan-perbuatan yang berdosa, hal-hal yang diharamkan, serta perbuatan FAHISYAH (KEJI) yang mereka ada-adakan dan lakukan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh 'seorang pun' dari kalangan Bani Adam dan juga oleh lainnya,
yaitu mendatangi jenis laki-laki, bukannya jenis perempuan (homoseks).
Na'udzubillah.
Perbuatan ini merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh Bani Adam, belum dikenal dan belum pernah terbetik dalam hati mereka untuk melakukannya selain penduduk Sodom; semoga LAKNAT Allah tetap MENIMPA mereka.
Amr ibnu Dinar telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? (Al-A'raf: 80) Amr ibnu Dinar berkata:
"Tidak ada seorang lelaki pun yang menyetubuhi lelaki lain kecuali kaum Nabi Lut yang pertama-tama melakukannya."
Al-Walid ibnu Abdul Malik —Khalifah Umawiyah, pendiri masjid Dimasyq (Damaskus)— mengatakan, "Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menceritakan kepada kita mengenai berita kaum Nabi Luth, niscaya saya tidak percaya bahwa ada lelaki menaiki lelaki lainnya."
Karena itulah maka Nabi Luth mengatakan kepada kaumnya, seperti yang disitir pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ}
"Mengapa kalian mengerjakan perbuatan Jahisyah ituyang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka),bukan kepada wanita."
📚 (Al-A'raf: 80-81).
Yakni mengapa kalian enggan terhadap kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat kalian, lalu kalian beralih menyukai laki-laki. Hal ini merupakan perbuatan kalian yang melampaui batas dan suatu KEBODOHAN kalian sendiri, karena perbuatan seperti itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Karena itulah dalam ayat yang lain disebutkan bahwa Nabi Luth berkata kepada kaumnya:
{ [قَالَ] هَؤُلاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ}
"Inilah putri-putriku (kawinilah mereka), jika kalian hendak berbuat (secara halal).
📚[Al-Hijr: 71]
Nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengawini putri-putrinya. Tetapi mereka merasa keberatan dan beralasan tidak menginginkannya.
{قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ}
"Mereka menjawab, "Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”
📚[Hud: 79]
Yaitu sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak berselera terhadap putri-putrimu, tidak pula mempunyai kehendak kepada mereka. Sesungguhnya engkau pun mengetahui apa yang kami maksudkan terhadap tamu-tamumu
{tamu-tamu itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah Ta'ala untuk meluluh lantakkan negeri Luth tsb} itu.
Para ahli tafsir mengatakan bahwa kaum lelaki mereka melampiaskan nafsunya kepada lelaki lain, sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain. Demikian pula kaum wanitanya, sebagian dari mereka merasa puas dengan sebagian yang lainnya.
Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahhimindzalik.
📋Lalu Pada akhirnya kaum tersebut benar-benar DIBINASAKAN oleh Allah Ta'ala,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Kami selamatkan Luth bersama keluarganya dan tidak ada seorang pun dari kaumnya yang beriman selain keluarga dan ahli baitnya sendiri," sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ * فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ}
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lut itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. (ADz-Dzariyat: 35-36)
Kecuali istri Nabi Luth sendiri,
karena sesungguhnya dia TIDAK BERIMAN kepadanya, bahkan dia tetap berpegang kepada agama kaumnya. Dialah yang memberikan informasi dan memberitahukan kepada kaumnya perihal tamu-tamu yang datang kepada Nabi Luth dengan bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka.
Karena itu, ketika Nabi Luth diperintahkan agar memberangkatkan keluarganya di malam hari.
Allah ﷻ memberitahukan kepadanya bahwa janganlah Luth memberitahukan keberangkatannya kepada istrinya dan janganlah membawa serta istrinya keluar dari negeri itu.
📝Di antara ulama tafsir ada yang mengatakan bahwa bahkan istri Nabi Luth mengikuti Nabi Luth dan orang-orang yang bersamanya; tetapi ketika azab turun, istri Nabi Luth menoleh ke belakang, maka ia tertimpa azab yang menimpa kaumnya.
Tetapi menurut pendapat yang KUAT,
istri Luth 'alaihissalam tidak ikut keluar dari negerinya, dan Luth 'alaihissalam tidak memberitahukan kepadanya perihal keberangkatannya, bahkan istrinya tetap tinggal bersama kaumnya. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:
{إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ}
"kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
📚 [Al-A'raf: 83].
Yakni tetap tinggal bersama kaumnya. Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah termasuk orang-orang yang DIBINASAKAN. Penafsiran ini merupakan penafsiran berdasarkan KESIMPULAN.
Wallahu Ta'ala a'lam.
SubhanaKallahumma WabihamdiKa, Asyhadualaillahha illa Anta,
AstaghfiruKa wa'atubu ilaiKa,
Wasshalallahu'ala Nabiyyina Muhammaddin wa'ala alihi washohbihi wa sallam.
الْحَمْدُ للّهِ رَبّالْعَالَمِين
Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah pelajaran.
Barokallahu fiiykum.
Ditulis oleh: Galib Abu Adzkiya
Dirumah Neneknda tercinta,
🏡 Tembilahan, Rabu, 15 Syawal 1440H.
Komentar
Posting Komentar